June 2013
3 posts
Tak Sepadan
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros.
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka.
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.
Chairil Anwar
Februari 1943
May 2013
8 posts
A Writer Must Be As
Objective As A Chemist
To a chemist, nothing
on earth is unclean. A
writer must be as
objective as a chemist;
he must abandon the
subjective line; he must
know that dungheaps
play a very respectable
part in a landscape, and
that evil passions are
as inherent in life as
good ones.
ANTON CHEKHOV
” —AdviceToWritersdisagreement, conflict, and
incompatibility will arise. Ultimately, no one is perfect - or a perfect fit for a partner. It takes work, growth, and change to keep a relationship going and satisfying over time. When that happens, soul mate believers often become upset, disillusioned, and uncommitted.” —psychologytoday.com
April 2013
14 posts
“Well, I’ll eat it,” said Alice, “and if it makes me grow larger, I can reach the key; and if it makes me grow smaller, I can creep under the door: so either way I’ll get into the garden, and I don’t care which happens!”
March 2013
8 posts
“Alice, you cannot live your life to please others. The choice must be yours because when you step out to face that creature, you will step out alone,” said the White Queen.
(Alice in Wonderland/Lewis Caroll)
” —February 2013
1 post
Konstruksi sosial, mari kita sebut sebagai susunan batu bata sosial.
Susunan batu bata ini begitu kompleks. Tapi sederhananya begini: lelaki lebih kuat, ia bertanggung jawab pada kehidupan perempuan dan anak-anak, pencari nafkah, superman atau manusia super.
Manusia super adalah manusia yang tak pernah kenal letih dan lelah, tak pernah boleh sedih, ia kuat bagai baja.
Perempuan, dianggap lebih lemah karenanya menjadi tanggung jawab lelaki. Perempuan yang berpikir kritis disebut pemberontak tukang protes. Mandiri disebut sebagai tak butuh lelaki.
Kemudian datanglah feminisme, yang menyorot perempuan sebagai manusia normal yang bisa bersama lelaki, bekerja demi kehidupan.
Lelaki yang melulu berpikir bahwa feminisme adalah gerakan pemberontakan perempuan terhadap mereka, akan terjebak dalam susunan batu bata sosial yang sama. Yang menganggap lelaki adalah superman.
Wahai lelaki, tidak kah kau lelah? Engkau bukan manusia super sayang…
Sketsa,
Jogja Pagi
Februari 22, 2013.
January 2013
4 posts
apa yang tersisa dari kita
kecuali kenangan yang makin lama
makin kita tinggalkan keindahannya
sekarang ini apa yang tersisa dari kita
kecuali debar tak berarti yang kita paksa mati
apa yang tertinggal dari kita
hanya senyum singkat yang bahkan kita takuti adanya
apa yang terserak untuk kita genggam sebagai kita
rasanya hampir tak ada…
hanya nelangsa yang bersama kita kubur
di pemakaman rasa…
jogja, 15 januari 2013
under a heavy rain
Oleh Radhar Panca Dahana
Titikkan sedikit saja air kebencianmu pada pohon-pohon pantai
Nantikan pantai basah menggenangi hati dan pikiranmu yang mengeras disarati kemarahan
Aku cukup lama mendengar keluh kesahmu
Ketika pungguk melagukan siang
Lantaran bulan sudah jauh tenggelam
Bukan karena harapan menipis dikerat hari-hari yang tidak menentu
Wanitaku
Besok ternyata adalah kegelisahan
Yang tersimpan dalam lubuk wanita selama berabad-abad
Kau menjadi ibu menjadi bapakmu sendiri
Dan sudahi…
sudahi….sudah
hati-hati petualangan busukmu itu
Maka berjanjilah
berjanjilah hai wanita
berjanjilah
Bukan pada dirimu sendiri
Apalagi pada mereka yang ada
Sebab kini..kau
berani menyaksikan matahari tanpa merasa malu
Hari kering
tapi hujan hatimu
membuat lubuk hati kesadaran basah
Aku tergelincir di aspal kasar
Malam dan kenanganmu menipis
Gerimis mengkilatkan bayangan
Bayangan siapa lagi
cuma kamu
yang tersipu
Biarpun kau biarkan malam bicara
Pagi tetap saja tak menjawab
Biar kau biarkan luka jadi sempurna
Anak-anakmu memalingkan muka
syahdan ada gadis kecil menangis sesenggukan. ia merengek pada tuhan, “hiks tuhan kenapa malaikat yang menjagaku pergi?”
tuhan tak menjawab. tapi gadis itu melihat si malaikat sedang menjalankan tugas lain, menjaga seorang bayi lelaki.
si gadis baru mengerti, kini saatnya ia harus menjaga diri sendiri. “selamat tinggal malaikat,” katanya.
tapi malam harinya si gadis merengek lagi pada tuhan, “tuhaaaann berikan aku ganti malaikat penjaga…tuhan…pleaase…”
dan seperti biasanya, tuhan tidak menjawab. sekian.
jogja, 10 januari 2013
November 2012
1 post
October 2012
5 posts
september adalah kecup tertahanmu,
pada keningku,
dengan rasa bersalah mengeram di jantungmu,
tak berkesudahan.
september adalah kau dan aku,
rindu lalu selalu kelu,
dengan “I love you”
di antara hujan ragu.
jogja, 1 september 2011
#puisiyangtercecer
aku berlari seperti kesetanan mencarimu,
di belantara sarkasme.
engkau kutemukan tegak berdiri, menatap langit hitam…
“aku jatuh cinta pada bulan,” katamu.
“kita semua memiliki bulan,” ujarku.
engkau tak menoleh.
malam pekat di hutan lebat sarkasme
angin membekukan apa saja, juga hatiku
“di belantara ini aku akan menikahi bulan,” katamu yakin.
aku diam. kusentuh bahumu. kau tepis kasar.
belantara sarkasme membuatmu lupa padaku
hutan penuh serigala satir mengubahmu
“ayo pulang, bukankah kau harus bekerja,” kataku.
kau tak menoleh. lari kencang sambil menatap bulan.
bayangmu lalu hilang di kegelapan.
kau ditelan hutan sarkasme.
esoknya kudengar berita di televisi:
“sesosok mayat lelaki ditemukan di tepi hutan sarkasme.
dada dan perutnya dikoyak-koyak serigala satir.”
aku mematikan televisi.
lalu menangis, meratap, meraung…
“kau bodoh! akulah bulanmu bodoh!”
-may hera-
sketsa, 2 oktober 2012
00.50 WIB
Saya butuh tidur.
Tidur butuh saya.
Kami saling membutuhkan.
Tidur mengembalikan logika.
Logika dikembalikan tidur.
Tidur dan logika saling kembali.
Balen. Rujuk.
Saya dikejar-kejar mimpi,
mimpi saya kejar-kejar.
Kami berkejaran di ruang hampa.
Kekurangan tidur.
Tidur lalu mencari-cari saya.
Saya lari kencang karena dicari-cari tidur.
Sambil berlari menyeruput kopi pahit.
Saya terus berlari, tiba-tiba mimpi menjejeri saya.
“Ayo May kita lari bersama sekencangnya,
minum kopi berdua,
kita lari dari tidur,” kata mimpi kepada saya.
“Jangan menakutiku tentang tidur.
Aku sungguh merindukannya meski lari darinya,”
kataku pada mimpi.
Kami lari bersama sambil minum kopi.
Sekian.
Sketsa, Jogja 1 Oktober 2012